Kamis, 01 November 2012

Awas! Telinga Berdenging Gejala Tuli Permanen



Hati-hati bagi anda pecinta musik dan sering mendengarkan musik kesanyangan anda melalui headphone. Pasalnya kebiasaan tersebut dapat merusak syaraf pendengaran.
Menurut sumber Medical News Today 30 Septeber 2012 tingkat kebisingan yang lebih dari 110 desibel (dB) bisa disetarakan dengan suara mesin pesawat.

Martine Hamann, peneliti dari University of Leicester menyebutkan bahwa inilah penelitian pertama yang membuktikan bagaimana suara dapat menyebabkan kerusakan pada sel.

Menurutnya, paparan suara yang lebih 100dB dapat menghentikan sinyal listrik dan tidak memungkinkan sinyal suara diteruskan dari telinga ke otak. Beruntung, sel-sel kita memiliki Selubung Myelin.

Selubung Myelin adalah lapisan pada sel syaraf yang membawa sinyal listrik dari telinga ke otak dan membantu sinyal listrik merambat sepanjang sel syaraf. Myelin mampu memperbarui lapisannya sehingga dapat berfungsi normal kembali.  Inilah yang menyebabkan gangguan pendengaran biasanya hanya terjadi sementara dan sewaktu-waktu saja, viasa disebut sudden sensoryneural hearing loss (SSHL).  Gangguan ini jika tidak ditangani secara tepat dapat mengakibatkan gangguan pendengaran permanen.

Gangguan ini ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk mendengarkan dengan skala 30dB setara dengan suara bisikan dengan jarak kurang dari 1 meter (Sebagai perbandingan, suara orang berbicara normal adalah 50-60dB), telinga berdenging dan ada pula yang disertai vertigo atau pusing kepala.
Pengobatan

Pada masa lalu, pengobatan gangguan tuli sementara menggunakan obat antivirus dan obat anti peradangan (anti inflamasi)

Kini, pengobatan dapat dilakukan dengan terapi hiperbarik. Terapi ini menggunakan oksigen 100% dalam ruangan bertekanan lebih dari 1 atmosfer(setara tekanan pada kedalaman 10m dibawah air laut). Pada tekanan itu, oksigen mudah terserap peredaran darah guna memperbaiki sel myelin, rumah siput (koklea) yang rusak. 

Hati-hati bagi anda pecinta musik dan sering mendengarkan musik kesanyangan anda melalui headphone. Pasalnya kebiasaan tersebut dapat merusak syaraf pendengaran.

Menurut sumber Medical News Today 30 Septeber 2012 tingkat kebisingan yang lebih dari 110 desibel (dB) bisa disetarakan dengan suara mesin pesawat. 

Martine Hamann, peneliti dari University of Leicester menyebutkan bahwa inilah penelitian pertama yang membuktikan bagaimana suara dapat menyebabkan kerusakan pada sel.

Menurutnya, paparan suara yang lebih 100dB dapat menghentikan sinyal listrik dan tidak memungkinkan sinyal suara diteruskan dari telinga ke otak. Beruntung, sel-sel kita memiliki Selubung Myelin.

Selubung Myelin adalah lapisan pada sel syaraf yang membawa sinyal listrik dari telinga ke otak dan membantu sinyal listrik merambat sepanjang sel syaraf. Myelin mampu memperbarui lapisannya sehingga dapat berfungsi normal kembali.  Inilah yang menyebabkan gangguan pendengaran biasanya hanya terjadi sementara dan sewaktu-waktu saja, viasa disebut sudden sensoryneural hearing loss (SSHL).  Gangguan ini jika tidak ditangani secara tepat dapat mengakibatkan gangguan pendengaran permanen.

Gangguan ini ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk mendengarkan dengan skala 30dB setara dengan suara bisikan dengan jarak kurang dari 1 meter (Sebagai perbandingan, suara orang berbicara normal adalah 50-60dB), telinga berdenging dan ada pula yang disertai vertigo atau pusing kepala.

Pengobatan
Pada masa lalu, pengobatan gangguan tuli sementara menggunakan obat antivirus dan obat anti peradangan (anti inflamasi).

Kini, pengobatan dapat dilakukan dengan terapi hiperbarik. Terapi ini menggunakan oksigen 100% dalam ruangan bertekanan lebih dari 1 atmosfer(setara tekanan pada kedalaman 10m dibawah air laut). Pada tekanan itu, oksigen mudah terserap peredaran darah guna memperbaiki sel myelin, rumah siput (koklea) yang rusak. 

Sumber: Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar