Hati-hati bagi anda pecinta musik dan sering mendengarkan
musik kesanyangan anda melalui headphone. Pasalnya kebiasaan tersebut dapat
merusak syaraf pendengaran.
Menurut sumber Medical News Today 30 Septeber 2012 tingkat
kebisingan yang lebih dari 110 desibel (dB) bisa disetarakan dengan suara mesin
pesawat.
Martine Hamann, peneliti dari University of Leicester
menyebutkan bahwa inilah penelitian pertama yang membuktikan bagaimana suara
dapat menyebabkan kerusakan pada sel.
Menurutnya, paparan suara yang lebih 100dB dapat
menghentikan sinyal listrik dan tidak memungkinkan sinyal suara diteruskan dari
telinga ke otak. Beruntung, sel-sel kita memiliki Selubung Myelin.
Selubung Myelin adalah lapisan pada sel syaraf yang membawa
sinyal listrik dari telinga ke otak dan membantu sinyal listrik merambat
sepanjang sel syaraf. Myelin mampu memperbarui lapisannya sehingga dapat
berfungsi normal kembali. Inilah yang
menyebabkan gangguan pendengaran biasanya hanya terjadi sementara dan
sewaktu-waktu saja, viasa disebut sudden
sensoryneural hearing loss (SSHL).
Gangguan ini jika tidak ditangani secara tepat dapat mengakibatkan
gangguan pendengaran permanen.
Gangguan ini ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk
mendengarkan dengan skala 30dB setara dengan suara bisikan dengan jarak kurang
dari 1 meter (Sebagai perbandingan, suara orang berbicara normal adalah
50-60dB), telinga berdenging dan ada pula yang disertai vertigo atau pusing
kepala.
Pengobatan
Pada masa lalu, pengobatan gangguan tuli sementara
menggunakan obat antivirus dan obat anti peradangan (anti inflamasi)
Kini, pengobatan dapat dilakukan dengan terapi hiperbarik.
Terapi ini menggunakan oksigen 100% dalam ruangan bertekanan lebih dari 1
atmosfer(setara tekanan pada kedalaman 10m dibawah air laut). Pada tekanan itu,
oksigen mudah terserap peredaran darah guna memperbaiki sel myelin, rumah siput
(koklea) yang rusak.
Hati-hati bagi anda pecinta musik dan sering mendengarkan
musik kesanyangan anda melalui headphone. Pasalnya kebiasaan tersebut dapat
merusak syaraf pendengaran.
Menurut sumber Medical News Today 30 Septeber 2012 tingkat
kebisingan yang lebih dari 110 desibel (dB) bisa disetarakan dengan suara mesin
pesawat.
Martine Hamann, peneliti dari University of Leicester
menyebutkan bahwa inilah penelitian pertama yang membuktikan bagaimana suara
dapat menyebabkan kerusakan pada sel.
Menurutnya, paparan suara yang lebih 100dB dapat
menghentikan sinyal listrik dan tidak memungkinkan sinyal suara diteruskan dari
telinga ke otak. Beruntung, sel-sel kita memiliki Selubung Myelin.
Selubung Myelin adalah lapisan pada sel syaraf yang membawa
sinyal listrik dari telinga ke otak dan membantu sinyal listrik merambat
sepanjang sel syaraf. Myelin mampu memperbarui lapisannya sehingga dapat
berfungsi normal kembali. Inilah yang
menyebabkan gangguan pendengaran biasanya hanya terjadi sementara dan
sewaktu-waktu saja, viasa disebut sudden
sensoryneural hearing loss (SSHL).
Gangguan ini jika tidak ditangani secara tepat dapat mengakibatkan
gangguan pendengaran permanen.
Gangguan ini ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk
mendengarkan dengan skala 30dB setara dengan suara bisikan dengan jarak kurang
dari 1 meter (Sebagai perbandingan, suara orang berbicara normal adalah
50-60dB), telinga berdenging dan ada pula yang disertai vertigo atau pusing
kepala.
Pengobatan
Pada masa lalu, pengobatan gangguan tuli sementara
menggunakan obat antivirus dan obat anti peradangan (anti inflamasi).
Kini, pengobatan dapat dilakukan dengan terapi hiperbarik.
Terapi ini menggunakan oksigen 100% dalam ruangan bertekanan lebih dari 1
atmosfer(setara tekanan pada kedalaman 10m dibawah air laut). Pada tekanan itu,
oksigen mudah terserap peredaran darah guna memperbaiki sel myelin, rumah siput
(koklea) yang rusak.
Sumber: Kompas